Saham bank besar kompak tertekan jelang penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), berbanding terbalik dengan emiten-emiten Grup Prajogo Pangestu yang meroket hingga auto rejection atas (ARA) di tengah efektifnya rebalancing MSCI, alhasil menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ditutup di zona merah.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 hingga penutupan pukul 16.00 WIB, setelah sempat terangkat 0,83 persen hingga sesi pre-closing pada pukul 15.49 WIB.
Saham-saham bank besar menjadi pemberat utama indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terjungkal 4,60 persen ke Rp5.700 per unit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,91 persen ke Rp2.950 per unit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 3,65 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 1,21 persen.
Tekanan juga datang dari emiten Grup Barito, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang merosot 6,05 persen dan berubah menjadi laggard utama IHSG pada perdagangan hari ini.
Meski demikian, sejumlah saham Grup Barito lainnya justru meroket tajam meskipun beberapa di antaranya keluar dari indeks MSCI.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

