Saham-saham sektor properti dan kawasan industri terangkat tajam pada perdagangan Rabu (19/8/2026), di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Penguatan tersebut berlangsung saat pasar mencermati rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang dinilai dapat menjadi katalis bagi sektor properti.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.29 WIB, indeks sektor properti terangkat 1,68 persen, berlawanan arah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,16 persen ke 6.435.
Penurunan indeks berlangsung seiring jatuhnya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menjadi salah satu big cap.
Saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) meroket 13,86 persen ke Rp189 per unit, disusul PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang mendaki 12,41 persen ke Rp154 per unit.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

