PT Wahana Interfood Nusantara Tbk ( COCO ) berencana menjalankan aksi korporasi besar. Emiten produsen cokelat ini diproyeksikan menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.
Perseroan bakal melepas sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 saham baru. Jumlah ini setara dengan 75,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah rights issue.
Ringkasnya, saham baru ini memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Setiap pemegang 1 saham lama yang terdaftar pada 8 Juli 2026 berhak atas 3 HMETD.
Setiap 1 HMETD menyalurkan hak kepada pemiliknya untuk membeli 1 saham baru. Harga pelaksanaan diproyeksikan ditentukan kemudian oleh manajemen.
Ringkasnya, bersamaan dengan aksi ini, COCO juga meluncurkan 1.186.485.308 Waran Seri I. Pemegang 9 saham baru hasil rights issue berhak mendapatkan 1 Waran Seri I secara cuma-cuma.
Satu waran menyalurkan hak untuk membeli satu saham tambahan di masa mendatang. Langkah ini diproyeksikan berdampak pada porsi kepemilikan saham.
Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terkena dilusi. Nilai dilusi kepemilikan saham mengenai maksimal 76,92% setelah pelaksanaan rights issue dan waran.
Manajemen telah mengantongi restu untuk meningkatkan modal dasar perseroan. Modal dasar COCO mengalami kenaikan dari semula Rp400 miliar berubah menjadi Rp3 triliun.
Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026. Dana segar dari hasil rights issue ini diproyeksikan digunakan untuk memperkuat bisnis.
Sebagian besar dana tersebut bakal dialokasikan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Perseroan ingin memperluas jangkauan pasarnya di industri makanan. โSekitar 98,7% diproyeksikan digunakan Perseroan untuk ekspansi dan investasi usaha, yaitu melalui rencana pengambilalihan Perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi confectionery dan makanan ringan (snacks),โ tulis manajemen dalam prospektus ringkasnya, dikutip Rabu (22/4/2026).
Sugianto Soenario selaku Direktur Utama Perseroan memimpin rencana strategis ini. Selain akuisisi, sisa dana diproyeksikan digunakan untuk modal kerja operasional.
Ringkasnya, hal ini mencakup pembelian bahan baku hingga biaya pemasaran. Berdasarkan jadwal sementara, tanggal efektif dari otoritas diharapkan terbit pada 26 Juni 2026.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD diproyeksikan berlangsung mulai 10 Juli 2026 hingga 17 Juli 2026. Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta.
Ringkasnya, perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.
