PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) membukukan volume penjualan semen sepanjang Januari-Mei 2026 menyentuh 15 juta ton, meningkat 4,4 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar 14,5 juta ton. Kenaikan penjualan itu mencerminkan strategi transformasi bisnis perseroan membuahkan hasil positif.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menilai, peningkatan kinerja SIG tercapai seiring dengan komitmen BP BUMN dan Danantara alhasil transformasi BUMN berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. Dia menuturkan, kinerja cemerlang SIG didorong oleh penjualan domestik yang naik 9,6 persen, terutama disumbang dari segmen semen kantong yang naik 11,9 persen secara tahunan.
”Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci berhasil SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, secara bersamaan meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah tantangan industri,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Ringkasnya, selain memperkuat posisi di pasar domestik, kata Vita, SIG juga terus memperkuat penetrasi pasar ekspor yang membantu meningkatkan utilisasi pabrik dan membuka peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.
Ringkasnya, belum lama ini, SIG telah merealisasikan ekspor ke Amerika Serikat menyusul telah beroperasinya fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur. SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), telah mengekspor 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat (AS).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

