PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana menjalankan penambahan modal dengan menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV) atau penerbitan hmetd. Perusahaan eksplorasi minyak dan gas ini mengincar dana segar sebesar Rp4,11 triliun.
Berdasarkan prospektus ringkas yang dikutip Kamis (11/6/2026), ENRG akan menjual sebanyak 13.282.271.875 saham baru Seri B. Nilai nominal saham tersebut Rp100 per lembar. Perusahaan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp310 per saham.
Rasio yang ditetapkan adalah 2:1. Artinya, setiap pemegang dua saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD. Satu HMETD menyalurkan hak untuk membeli satu saham baru.
Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya akan terkena pengenceran kepemilikan saham atau dilusi. Persentase dilusi ini menyentuh maksimum 33,33%.
Manajemen ENRG menjelaskan penggunaan dana hasil aksi korporasi ini. Sekitar 96,59% dana akan dialokasikan untuk meningkatkan penyertaan modal pada anak usaha. Sementara itu, sisanya sekitar 3,41% berencana digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan biaya operasional perseroan.
Dalam aksi ini, PT Shima Global Kapital (Shima) selaku pemegang saham pengendali menyatakan tidak diproyeksikan melaksanakan haknya. Shima diproyeksikan mengalihkan 2,33 miliar HMETD miliknya kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI).
BKI sendiri bertindak sebagai pembeli siaga. BKI bersiap mengambil sisa saham yang tidak terserap pasar hingga maksimal 10,47 miliar saham. BKI memastikan memiliki dana yang cukup untuk mengakumulasi sisa saham tersebut.
Direktur & Corporate Secretary Energi Mega Persada Tbk, Riri Hosniari Harahap, dalam keterbukaan informasi menyatakan rencana ini sudah memperoleh restu pemegang saham. โPerseroan telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026,โ tulis Riri.
Hingga 31 Maret 2026, ENRG membukukan penjualan neto USD 136,93 juta dengan laba neto sebesar USD 18,31 juta. Total aset perusahaan tercatat USD 1,86 miliar dengan total liabilitas sebesar USD 1,02 miliar.
Dari sisi operasional, ENRG kini mengelola 13 aset minyak dan gas bumi yang tersebar di Indonesia dan Mozambik. Produksi bersih minyak perseroan per Maret 2026 menyentuh 6.920 BOPD. Untuk produksi gas, ENRG membukukan angka 183 BBTUD.
Berikut adalah jadwal rencana penerbitan hmetd ENRG:
Ringkasnya, tanggal Efektif: 5 Agustus 2026
Ringkasnya, cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 13 Agustus 2026
Ringkasnya, ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 14 Agustus 2026
Ringkasnya, recording Date: 18 Agustus 2026
Ringkasnya, periode Perdagangan & Pelaksanaan HMETD: 20 โ 28 Agustus 2026
Ringkasnya, penjatahan Pemesanan Saham Tambahan: 2 September 2026
Ringkasnya, pembayaran oleh Pembeli Siaga: 3 September 2026
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

