Saham emiten perhotelan milik pengusaha nasional Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), berbalik turun tajam pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah perseroan mengumumkan harga pelaksanaan penerbitan hmetd atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 15.23 WIB saham BUVA merosot 7,97 persen ke level Rp810 per unit. Padahal, saham ini sempat terangkat hingga Rp910 pada pukul 14.34 WIB.
Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp312,0 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 366,3 juta saham.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (3/8), BUVA menetapkan harga pelaksanaan penerbitan hmetd sebesar Rp250 per saham.
Perseroan akan meluncurkan sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara sekitar 20 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

