PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) membukukan pendanaan internasional hingga USD477,87 juta melalui tiga proyek panas bumi perseroan.
Ringkasnya, ketiga proyek tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 (55 megawatt/MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), serta PLTP Lahendong Unit 7-8 (50 MW).
"Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang berpotensi mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global," kata Direktur Utama Pertamina Geothermal, Ahmad Yani dalam keterangan, Jumat (5/6/2026).
Ahmad menjelaskan, pendanaan tersebut didapat setelah ketiga proyek panas bumi itu masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan oleh Bappenas.
Dia berharap, fasilitas ini dapat membantu perseroan dalam mempertahankan cost of debt yang kompetitif secara bersamaan meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

