PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana meluncurkan surat utang bernilai total US$900 juta atau setara Rp15,10 triliun. Surat utang ini memiliki bunga 8% per tahun dan tenor sepuluh tahun.
Berdasarkan prospektus rencana penerbitan surat utang yang dipublikasikan BEI, Jumat 5 Juni 2026 terungkap, dana hasil penerbitan surat utang sesudah dikurangi biaya emisi diproyeksikan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo, mempercepat pembayaran pinjaman, serta mendukung ekspansi usaha.
Nilai penerbitan notes tersebut menyentuh 118,7% dari ekuitas TBIG per Desember 2025 sebesar Rp12,73 triliun. Oleh sebab itu, transaksi tersebut tergolong material karena melampaui 50% dari ekuitas. Dengan demikian, Perseroan terlebih dahulu harus meminta persetujuan pemegang saham TBIG dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada 9 Juni 2026.
Corporate Secretary TBIG Helmy Yusman Santoso dalam keterbukaan informasi, Jumat 5 Juni 2026 menuturkan, penerbitan notes atau surat utang ini akan dilakukan secara bertahap maupun secara bersamaan dalam jangka waktu 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.
Menurut Helmy, rencana penerbitan notes oleh perseroan dalam mata uang asing dengan jumlah pokok keseluruhan sebanyak-banyaknya setara dengan US$900 juta akan digelar dalam satu atau beberapa kali penerbitan dalam jangka waktu 12 bulan sejak diperolehnya persetujuan RUPS.
Helmy menjelaskan, notes atau surat utang ini akan ditawarkan secara terbatas kepada investor awal (initial purchasers) dan setelah diterbitkan akan didaftarkan di Bursa Efek Singapura. Perseroan akan menjalankan penerbitan notes dengan memperhatikan persyaratan pencatatan Notes di Bursa Efek Singapura.
Menurut Manajemen TBIG, dana hasil penerbitan surat utang atau notes tersebut akan digunakan untuk menjalankan pembayaran dipercepat utang yang dinilai memiliki persyaratan pembiayaan kurang maksimal dibandingkan instrumen baru yang akan diterbitkan Perseroan.
Bahkan dana hasil penerbitan surat utang juga dapat digunakan untuk keperluan umum Perusahaan secara bersamaan untuk mendukung rencana ekspansi usaha Perseroan ke depan.
Dari sisi neraca keuangan, TBIG memiliki total aset Rp46,247 triliun per Desember 2025, mengalami pelemahan 2,25% dari Rp47,316 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas Perseroan per Desember 2025 senilai Rp33,521 triliun, mengalami pelemahan 8,78% dari Rp36,750 triliun per Desember 2025. Jumlah ekuitas TBIG mengalami kenaikan 20,44% berubah menjadi Rp12,725 triliun pada 2025, dari Rp10,565 triliun pada 2024. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

