Tunggal Jaya Investama, salah satu pemegang saham PT Impack Pratama Industri (IMPC) menambah kepemilikan dengan mengakumulasi 3.450.000 lembar saham perusahaan tersebut melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 dan 13 Juli 2026.
Tunggal Jaya Investama membeli saham IMPC pada kisaran harga Rp1.385-Rp1.425 per lembar. Transaksi dilakukan sebanyak 15 kali melalui BEI dengan nilai transaksi menyentuh Rp4,92 miliar.
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Selasa 14 Juli 2026, tujuan Tunggal Jaya Investama membeli saham IMPC adalah untuk menambah investasi dengan kepemilikan saham langsung atas emiten distributor bahan bangunan dan barang plastik tersebut.
Ringkasnya, โDengan ini saya melaporakan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut. Pelaporan tersebut sesuai dengan Pasal 2 Ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024,โ tulis Manajemen Tunggal Jaya Investama.
Sebelum transaksi, Tunggal Jaya Investama menggenggam saham IMPC sebanyak 20.798.693.794 unit atau 37,88%. Setelah dilakukan transaksi, kepemilikan Tunggal Jaya Investama atas MPC naik ke 20.802.143.794 unit atau setara 37,89% saham.
Pada perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia, Selasa 14 Juli 2026, saham IMPC tercatat Rp1.430 per unit. Selama perdagangan periode sepekan, saham IMPC mengalami pelemahan senilai 5,92%. Jika dibandingkan antara harga 15 Juni 2026 senilai Rp1.785 terhadap penutupan kemarin, saham IMPC telah merosot senilai 19,85%.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1981. Perseroan adalah produsen bahan bangunan plastik yang memproduksi lembaran dinding kembar PP, kompon vinil food grade, lembaran plastik, lembaran polikarbonat bergelombang dan padat, atap vinil, lembaran polikarbonat timbul, dll.
Perusahaan telah mengakuisisi beberapa perusahaan, tidak hanya di Indonesia, sementara itu juga di Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Beberapa merknya adalah SolarTuff, Impraboard, Twinlite, LaserCool, AlcoTuff, dan Alderon.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

