Emiten di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membidik pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi hingga akhir tahun 2026 dengan masih menjaga volume penjualan dan tingkat penetrasi produk.
Sayangnya, UNVR tidak membeberkan secara rinci nilai target kinerja keuangan hingga tutup akhir tahun 2026. Yang jelas, UNVR masih memperkirakan adanya peningkatan margin secara moderat untuk sepanjang tahun 2026.
"Kami memperkirakan kontribusi dari penyesuaian harga akan semakin besar pada paruh kedua tahun berjalan," kata Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal dalam agenda paparan publik di Tangerang, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Unilever (UNVR) Peroleh Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Tinjau Rekomendasi Sahamnya
Di samping itu, Neeraj menyatakan bahwa pihaknya juga mengantisipasi adanya tekanan inflasi yang berkaitan dengan perkembangan situasi di Timur Tengah. Kondisi ini diperkirakan akan semakin terasa pada semester II-2026, khususnya pada segmen home care.
Untuk memitigasi dampak tersebut, UNVR diproyeksikan menerapkan langkah-langkah penyesuaian harga yang terukur, pengelolaan biaya yang disiplin, serta optimalisasi investasi, sambil masih menjaga daya saing perusahaan.
"Secara keseluruhan, prioritas kami masih tidak berubah, yaitu memperkuat fundamental bisnis, menghasilkan pertumbuhan yang konsisten, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," ucap Neeraj.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap bilang bahwa UNVR bersiap membagikan dividen final sebesar Rp114 per saham, dengan total nilai Rp4,32 triliun.
Pembagian dividen tersebut diproyeksikan dibagikan pada 30 Juni 2026 mendatang.
Sebelum itu, UNVR juga sudah menyalurkan dividen interim bernilai Rp87 per saham atau sebesar Rp3,3 triliun pada 30 Desember 2025.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menembus 9.000, Cermati Saham Rekomendasi Analis
Jika ditotal secara keseluruhan, nilai dividen UNVR untuk tahun buku 2025 menyentuh Rp201 per saham atau bernilai Rp7,62 triliun. Ini mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 100% dari laba bersih perusahaan di tahun 2025.
Benjie menerangkan rasio pembayaran dividen 100% itu menjadi komitmen perusahaan untuk terus menyalurkan nilai bagi para pemegang saham.
Ringkasnya, "Ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional perseroan," ucap Benjie.
Benjie juga percaya keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang adalah fondasi penting dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan.
"Ke depan, kami diproyeksikan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten dan kompetitif," tambah Benjie.
Baca Juga: Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Tinjau Rekomendasi Analis
Peluang Pemulihan dan Tantangan Daya Akumulasi
Ringkasnya, elandry melihat prospek UNVR hingga akhir 2026 cenderung membaik secara bertahap seiring fokus perusahaan pada pemulihan volume penjualan, inovasi produk dan penguatan distribusi.
Ringkasnya, sentimen pendukung berasal dari potensi pemulihan konsumsi domestik, stabilisasi harga bahan baku dan keberhasilan strategi revitalisasi merek.
Sementara itu, tantangan utama masih berasal dari persaingan yang semakin ketat serta daya akumulasi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.
Ringkasnya, "Sentimen pemberat datang dari kompetisi yang agresif, tekanan nilai tukar terhadap biaya produksi, serta perubahan preferensi konsumen ke produk yang lebih ekonomis," jelas Elandry kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Laba TOTL Meroket 56% di 2025, Cermati Rekomendasi Analis
Ringkasnya, dari sisi pergerakan harga saham, Elandry melihat UNVR masih menarik sebagai saham defensif dengan dukungan cash flow dan dividen yang relatif stabil.
Ringkasnya, dus, Elandry merekomendasikan hold saham UNVR di target harga berkisar Rp2.000–Rp2.200 per saham, sambil menunggu bukti pemulihan volume penjualan dan market share yang lebih konsisten ke depan.
Hingga akhir penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026), harga saham UNVR bertengger di level Rp1.615 per saham atau terangkat 0,94% dibandingkan perdagangan sebelum itu. Secara tahun berjalan, harga saham ini mengalami pelemahan 37,88%.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

