Dibuka terkoreksi di 6.112,770, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (29/5/2026) kembali berakhir di zona merah. IHSG pada Jumat ini ditutup terkoreksi 2,808 poin atau turun tipis 0,05% ke 6.127,381, dari penutupan Selasa (26/5/2026) di level 6.130,190.
IHSG hari ini sempat naik ke level tertinggi harian di 6.230,500 dan terendah di 6.111,971. Turunnya IHSG hari ini dipicu oleh harga saham 409 emiten yang berakhir terkoreksi. Sementara 271 emiten ditutup naik dan 137 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Jumat (29/5/2026).
Sejumlah emiten yang harga sahamnya ditutup mengalami pelemahan pada Jumat ini, antara lain, TLKM mengalami pelemahan 1,94% jadi Rp3.030 per saham. ASII mengalami pelemahan 2,44% jadi Rp5.000, UNVR mengalami pelemahan 2,84% jadi Rp1.710, BBCA mengalami pelemahan 4,60% jadi Rp5.700, BMRI mengalami pelemahan 1,21% jadi Rp4.080, dan BBRI mengalami pelemahan 3,91% ke harga Rp2.950 per saham.
Sementara harga saham BREN ditutup naik 25% jadi Rp3.300 per saham. KEUNTUNGAN nak 24,75% jadi Rp630, DSSA naik 13,89% jadi Rp492, AMMN naik 6,11% jadi Rp3.300, BNBR naik 2,38% jadi Rp129, DEWA naik 1,21% jadi Rp334, dan BUMI naik 1,20% ke harga Rp168 per saham.
Total volume perdagangan saham di BEI Senin (29/5/2026) menyentuh 46,958 miliar lembar saham bernilai Rp49,939 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 2.377.035 kali. Nilai transaksi ini meningkat signifikan dibandingkan Selasa (26/5/2026) sebesar Rp18,098 triliun.
Adapun kapitalisasi pasar pada Jumat (29/5/2026) ini tercatat senilai Rp10.752.601 triliun, mengalami kenaikan dari Rp10.640.629 triliun, Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, mayoritas indeks bursa Asia pada Jumat (29/5/2026) ini ditutup terangkat, kecuali indeks Shanghai ditutup turun 0,73%. Sementara indeks Nikkei 225, Hang Seng, dan Straits Times naik masing-masing 2,53%, 0,70% dan 0,88%.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

