PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan kontrak baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Emiten anak usaha BUMN ini dipercaya membangun Gedung Kantor Cipete melalui skema pekerjaan Multi Years Contract (MYC).
Ringkasnya, penandatanganan kontrak berlangsung di Gedung C Kemendikdasmen pada Selasa (30/6). Direktur Operasi WSBP Lasino hadir mewakili perusahaan dalam prosesi tersebut. Sementara Kemendikdasmen diwakili Dwi Wahyu Iriadi, S.T., selaku Pejabat Penandatangan Komitmen.
Ringkasnya, wSBP bertindak sebagai kontraktor pelaksana. Perusahaan bertanggung jawab atas keseluruhan pekerjaan konstruksi mulai dari persiapan hingga Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan gedung utama, lanskap, Ground Water Tank (GWT), hingga rumah pompa.
Kepala Divisi Corporate Secretary Fandy Dewanto menyatakan kepercayaan ini adalah amanah yang akan dijalankan penuh tanggung jawab. “WSBP berkomitmen menghadirkan hasil pekerjaan yang berkualitas, serta mengedepankan aspek keselamatan pada setiap tahapan pelaksanaan proyek,” ujar Fandy.
Gedung Kantor Cipete dirancang memiliki enam lantai dengan konsep bangunan modern. Fasilitas ini diproyeksikan menunjang operasional Kemendikdasmen dalam memperkuat pelayanan publik di bidang pendidikan dasar dan menengah.
Ringkasnya, dalam proyek ini, WSBP menerapkan layanan One Stop Solution. Fondasi gedung menggunakan produk beton precast Spun Pile WSBP berdiameter 600 mm. Penggunaan produk sendiri menjamin kualitas, efisiensi distribusi, serta kemudahan koordinasi selama konstruksi.
Pengalaman dalam membangun gedung pendidikan dan fasilitas publik menjadi modal utama perusahaan. Sebelum itu, Lasino dan tim telah menyelesaikan berbagai proyek serupa di berbagai sektor.
“Berbekal pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek gedung, WSBP optimis dapat menyalurkan hasil terbaik pada pembangunan Gedung Kantor Cipete MYC ini. Kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan konstruksi yang berkualitas dan menyelesaikan proyek sesuai standar yang telah ditetapkan,” tambah Fandy di Jakarta, Jumat (3//7/2026).
Ringkasnya, melalui proyek ini, perusahaan terus mengedepankan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). WSBP berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan proyek guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

