PT Astra International Tbk (ASII) berencana menyalurkan saham hasil pembelian kembali (pembelian kembali saham) kepada manajemen perusahaan. Langkah ini adalah bagian dari pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Manajemen atau Management Share Ownership Program (MSOP).
Dikutip Rabu (10/6/2026), perusahaan diproyeksikan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 17 Juli 2026. Rapat ini bertujuan meminta restu pemegang saham untuk mengalihkan saham treasury tersebut.
Manajemen Astra menjelaskan saham yang diproyeksikan dialihkan berasal dari hasil pembelian kembali Periode 3. Jumlah saham untuk program MSOP ini dibatasi maksimal 100.000.000 lembar saham.
Hingga kini, Astra telah menjalankan serangkaian pembelian kembali saham dalam tiga periode sejak November 2025. Total saham yang sudah dibeli kembali menyentuh 563.492.100 lembar saham.
Berikut rincian realisasi pembelian kembali saham Astra:
Ringkasnya, periode 1 (3 November 2025 – 13 Januari 2026): 305.213.900 saham.
Ringkasnya, periode 2 (19 Januari 2026 – 25 Februari 2026): 104.850.800 saham.
Ringkasnya, periode 3 (16 Maret 2026 – 15 Juni 2026): 153.427.400 saham (data per 10 Juni 2026).
Corporate Secretary Astra International Tbk, Gita Tiffany Boer, menyatakan rencana ini dalam keterbukaan informasi. Pengalihan saham ditujukan bagi manajemen yang memenuhi kriteria dari Komite Nominasi dan Remunerasi perusahaan.
Ringkasnya, “Program MSOP dirancang untuk mendorong pencapaian jangka panjang Perseroan dan menyelaraskan dengan kepentingan stakeholders dan Perseroan,” tulis manajemen dalam dokumen tersebut.
Astra memiliki waktu tiga tahun untuk menyelesaikan pengalihan saham ini sesudah Periode 3 berakhir pada 15 Juni 2026. Artinya, batas waktu pengalihan jatuh pada 15 Juni 2029, meski periode ini bisa diperpanjang sesuai aturan OJK.
Mengenai harga pelaksanaan, Komite Nominasi dan Remunerasi diproyeksikan menentukan angka tersebut di kemudian hari. Begitu juga dengan besaran pembayaran yang harus disetor oleh para peserta program.
Gita memastikan pengalihan saham ini tidak diproyeksikan mengubah struktur permodalan perusahaan. Sebab, saham yang digunakan adalah saham treasury yang sudah dimiliki perusahaan. Efek dilusi terhadap kepemilikan saham pemegang saham lainnya juga dipastikan tidak ada.
Selain itu, Astra tidak memberlakukan ketentuan lock-up atau larangan melepas saham dalam jangka waktu tertentu bagi peserta MSOP.
Sebelum menggelar RUPSLB pada Juli mendatang, Astra telah menyatakan pemberitahuan rencana rapat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Juni 2026. Pengumuman RUPSLB sendiri dilakukan pada hari ini, 10 Juni 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

