Saham Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali tergelincir pada Kamis (30/4/2026) di tengah aksi lepas investor yang merespons kekhawatiran pengumuman penghapusan dari sejumlah indeks utama, baik global maupun domestik.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.00 WIB, saham DSSA ambles 6,10 persen ke Rp1.615 per unit. Nilai transaksi menyentuh Rp16,88 miliar dan volume perdagangan 10,22 juta saham.
Dengan ini, saham DSSA turun 8 hari bursa berturut-turut, mengimplikasikan penurunan mingguan hingga 35,66 persen. Sementara, sejak awal 2026, saham ini telah terjungkal 60,02 persen.
Belakangan ini, saham DSSA dan emiten Grup Barito PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berubah menjadi sorotan sesudah masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dan berpotensi dikeluarkan dari indeks global MSCI.
Ringkasnya, keduanya juga terancam terdepak dari indeks domestik seperti IDX80 dan LQ45, menyusul kebijakan baru BEI yang melarang saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi masuk ke dalam konstituen indeks tersebut.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

