Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir mengalami pelemahan 17,8 poin atau 0,24 persen ke 7.541,61 pada penutupan sesi II perdagangan Rabu (22/4/2026). Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ( DSSA ) dan PT Barito Renewables Energy Tbk ( BREN ) berubah menjadi beban bagi IHSG.
Saham DSSA berakhir melemah 9,7 persen ke Rp2.510, mendorong nilai pasar emiten grup Sinar Mas itu menyusut Rp77 triliun. Sementara BREN mengalami pelemahan 9,6 persen ke Rp5.400.
Penurunan tersebut membuat nilai pasar perusahaan geothermal milik taipan Prajogo Pangestu itu menguap Rp249 triliun. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk ( BREN ) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ( DSSA ) tertekan sesudah pasar merespons negatif langkah Bursa yang menjalankan penyesuaian kriteria saham yang masuk daftar IDX80, LQ45, dan IDX30.
Ringkasnya, dalam revisi terbaru tersebut, BEI mengecualikan saham High Shareholding Concentration (HSC) dan free float di bawah 10 persen untuk masuk dalam IDX80 hingga LQ45. Alhasil, saham BREN dan DSSA bakal terdepak alhasil berpotrensi memicu outflow dana institusi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management masih berubah menjadi kunci.
Ringkasnya, untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.
