PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menuturkan bahwa penyesuaian suku bunga simpanan dan kredit akan mempertimbangkan kondisi pasar, dinamika likuiditas, serta pengelolaan risiko yang prudent, menyusul kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menuturkan bahwa terlepas dari arah pergerakan suku bunga, perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi dan layanan transaksi yang andal. "Sejalan dengan hal tersebut, Bank Mandiri akan terus memperkuat strategi ekosistem value chain serta meningkatkan kapabilitas digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat luas dan aktivitas usaha secara berkelanjutan," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Novita menambahkan bahwa ke depan, perseroan juga optimistis berpotensi terus mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat. Hal itu sejalan dengan perannya sebagai agent of development dalam mendorong penciptaan nilai tambah di berbagai sektor ekonomi.
Secara umum, Bank Mandiri menyambut baik keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia (BI) pada Selasa (9/6) menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen. Perseroan memandang, langkah tersebut mencerminkan ketegasan bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dinamika eksternal, termasuk eskalasi di Timur Tengah dan arus keluar investasi portofolio asing. "Stabilitas yang terjaga adalah fondasi penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi, kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, serta penciptaan ruang pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang," kata Novita.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

