Bank Mandiri ($BMRI) membukukan laba bersih bank–only Rp5,3 T pada Mei 2026 (+18% YoY, +18% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank–only selama 5M26 menyentuh Rp23,3 T (+19% YoY), melampaui ekspektasi karena setara 40% estimasi laba bersih konsolidasi 2026F konsensus (vs. 5M25: 35% realisasi konsolidasi 2025).
Pertumbuhan laba bersih bank–only BMRI selama 5M26 didorong oleh operasional yang solid, dengan Pre–Provision Operating Profit (PPOP) mengalami kenaikan +14% YoY dan beban provisi mengalami pelemahan -16% YoY.
Loan growth masih kencang... — Pertumbuhan PPOP yang solid senilai +14% YoY tidak terlepas dari kenaikan Net Interest Income (NII) +10% YoY, yang didorong oleh loan growth +21% YoY per Mei 2026. Bahkan dengan mengecualikan pinjaman kepada PT Agrinas Pangan Nusantara senilai Rp55 T per Maret 2026, loan growth per Mei 2026 masih berada di level +16% YoY.
Di sisi lain, meski dampak kenaikan harga minyak dunia mulai terasa pada April–Mei 2026, total kredit masih meningkat +3% dibandingkan posisi Maret 2026. Pendorong loan growth ini menjadi salah satu hal menarik yang akan kami fokuskan pada earnings call 2Q26 nanti....sementara itu loan growth berpotensi melandai hingga akhir tahun seiring pengetatan likuiditas — Hal lain yang kami soroti adalah mulai agresifnya BMRI dari sisi pendanaan, di mana total DPK meningkat +4% MoM alhasil naik +22% YoY.
Kenaikan DPK sebesar +4% MoM didorong oleh CASA maupun Time Deposits. Kami melihat langkah peningkatan DPK ini ditujukan untuk mengantisipasi kondisi likuiditas yang akan lebih ketat terutama pada 2H26, alhasil dapat mengurangi potensi tekanan pada kenaikan Cost of Fund (CoF) dan — pada akhirnya — Net Interest Margin (NIM) pada kuartal–kuartal mendatang.
Sejauh ini, selama 5M26, NIM bank–only berada di level 4,3%, mengalami pelemahan -30 bps YoY. Dengan kondisi likuiditas yang lebih ketat ke depannya, kami memperkirakan loan growth diproyeksikan melandai.
Secara operasional, kinerja bank–only BMRI selama 5M26 masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Sementara itu, tantangan likuiditas terutama pada 2H26 serta kualitas aset menjadi hal yang perlu diperhatikan investor ke depannya.
Selama 5M26, beban provisi bank–only turun -16% YoY dengan nominal beban provisi bulanan relatif stabil sejak Maret 2026 atau di kisaran ~0,55 secara credit costs. Dengan demikian, kondisi kualitas aset juga akan kami fokuskan pada earnings call 2Q26.
Meski demikian, dalam waktu dekat, kami melihat pergerakan harga saham BMRI diproyeksikan lebih dipengaruhi oleh faktor–faktor di luar fundamental perseroan, seperti update MSCI terhadap market Indonesia serta review S&P terkait sovereign credit rating Indonesia, yang kemungkinan diproyeksikan diumumkan pada rentang pekan ke–3 Juni hingga awal Juli 2026.
“Investor melepas aset kita, bukan karena yakin Indonesia akan gagal bayar, tetapi karena mereka menilai risikonya meningkat, alhasil mereka keluar dan memindahkan uangnya ke negara yang dianggap lebih aman.” — DRWChannel
Beberapa hari lalu, investor dan pemantau pasar sempat melihat IHSG melompat naik delapan persen dalam sehari. Sementara itu jika kita melihat data arus masuk-keluar dana asing, angkanya tetap berada di foreign net sell.
Ringkasnya, stockbitor DRWChannel memiliki beberapa teori untuk menjelaskan kejadian tersebut. Secara singkat, beliau menggunakan risiko sebagai alasan utama mengapa banyak fund manager dan institusi lainnya keluar dari pasar modal Indonesia.
Sementara itu bagaimana kita dapat mengalihkan risiko itu? Ada empat solusi yang disebutkan beliau: memperjelas kebijakan, meningkatkan pendapatan, memangkas pengeluaran konsumtif, dan menunjukkan disiplin fiskal jangka panjang.
Keempatnya adalah solusi yang sederhana sementara itu dapat mengembalikan kepercayaan institusi asing untuk kembali berinvestasi di Indonesia. Baca selengkapnya di sini!
Ringkasnya, pT Stockbit Karya Indonesia
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

