Direktur PT AKR Corporindoe Tbk (AKRA), Haryanto Adikoesoemo mengakumulasi 12 juta lembar (0,06%) dari total modal ditempatkan dan disetor saham emiten distributor bahan bakar minyak tersebut. Transaksi dilakukan melalui di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 6 Mei 2026.
Menurut laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Kamis 7 Mei 2026, Haryanto membeli saham AKRA pada harga Rp499 per lembar alhasil harus mendistribusikan dana sebesar Rp5,98 miliar.
Pembelian saham AKRA oleh Haryanto bertujuan untuk menambah investasi dengan status kepemilikan langsung secara bersamaan mempertahankan kendali.
Sebelum transaksi, Haryanto menggenggam 212.604.600 atau setara 1,059% saham AKRA. Adapun setelah transaksi tersebut, kepemilikan Haryanto terhadap AKRA naik ke 224.604.600 lembar atau sekitar 1,119% saham.
Saham AKRA pada perdagangan, Kamis 7 Mei 2026 tercatat turun 2,24% menjadi Rp1.525 per unit dibanding sehari sebelum itu di Rp1.560 per unit. Selama periode sepekan, saham AKRA meningkat 0,64%. Jika dibandingkan antara harga 7 April 2026 sebesar Rp1.400 terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten distributor bahan bakar minyak (BBM) ini telah meningkat sebesar 14,42%.
Pada kuartal I 2026, AKRA membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp656,49 miliar meningkat 16,15% yoy jika dibandingkan Rp565,21 miliar pada kuartal I tahun 2025.
Kenaikan laba AKRA tersebut terutama karena didukung oleh pendapatan bersih yang menyentuh Rp12,94 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 26,12% year on year (yoy) dari periode serupa tahun 2025 sebesar Rp10,26 triliun. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

