PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memberi tanggapan terkait pengumuman terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), FTSE Russell, dan MSCI terkait penyesuaian klasifikasi papan pencatatan BEI serta perlakuan indeks terkait. Head of Investor Relations GoTo Joel Ellis menuturkan, perkembangan tersebut adalah penyesuaian teknis-administratif yang didasarkan pada kriteria kuantitatif indeks terkait dan tidak mencerminkan kinerja bisnis Perseroan. "Adapun pengumuman MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang timbul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI, alhasil tidak mencerminkan fundamental bisnis Perseroan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/6/2026).
Sementara, terkait reklasifikasi BEI yang memindahkan GoTo dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan, karena Perseroan tidak memenuhi salah satu kriteria yaitu ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun minimal 20%, sebagai akibat dari dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024. "Mengingat FTSE Global Equity Index Series kini belum mengakui papan pengembangan, dan memperhatikan kondisi perdagangan terkini di BEI, saham GoTo akan dikeluarkan dari indeks tersebut," ungkapnya. Manajemen memastikan, tidak ada satu pun dari perubahan tersebut yang berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan.
Pada kuartal pertama tahun 2026, GoTo melaporkan laba bersih kuartalan pertama kalinya dalam sejarah sebesar Rp171 miliar, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26% dari tahun sebelum itu menjadi Rp5,3 triliun. Perseroan tetap mempertahankan pedoman EBITDA grup yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun yang setara dengan peningkatan sebesar 60% dari tahun sebelum itu. "Fundamental bisnis GoTo kuat dan Perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegangsaham," tutupnya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

