PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI membuka ruang untuk meluncurkan hingga 6,8 miliar saham baru melalui skema penerbitan hmetd. Sementara itu, jumlah tersebut dinilai lebih tepat dibaca sebagai batas maksimum penerbitan ketimbang target yang pasti direalisasikan.
Analis Mirae Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin menilai BRIS kemungkinan tidak akan meluncurkan seluruh 6,8 miliar saham dalam aksi Penambahan Modal dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.
Dalam riset yang terbit 1 Oktober 2026, Nurkholis mengungkap jumlah maksimal 6,8 miliar saham menyalurkan fleksibilitas kepada manajemen dalam menentukan harga pelaksanaan dan jumlah saham yang akhirnya diterbitkan.
BRIS sebelum itu mengumumkan rencana penerbitan hmetd hingga 6,8 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp500 per saham.
Rencana tersebut diproyeksikan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026, dengan penyelesaian aksi korporasi ditargetkan pada kuartal I-2027.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

