Masa tunggu haji khusus kini sudah menyentuh sembilan tahun. Dengan kondisi masa tunggu yang terus meningkat, perencanaan ibadah haji sejak dini sangat penting dilakukan.
Ringkasnya, menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) di bawah dukungan Danantara Indonesia menghadirkan solusi layanan haji terintegrasi yang membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci secara lebih terencana, nyaman, dan sesuai prinsip syariah. Sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan haji bagi masyarakat, BSI menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ratusan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem haji nasional melalui penyediaan layanan yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan menyalurkan kepastian dalam perencanaan keberangkatan jemaah. Kini, antrean haji reguler telah menyentuh sekitar 5,45 juta jamaah dengan rata-rata masa tunggu nasional 26 hingga 29 tahun.
Sementara itu, antrean haji khusus menyentuh sekitar 149 ribu jamaah dengan masa tunggu yang kini telah menembus sembilan tahun. "Ketika masa tunggu haji khusus telah menyentuh sembilan tahun, masyarakat perlu mempersiapkan perjalanan hajinya jauh lebih awal. BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan haji dan menjadi mitra yang membantu masyarakat merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih baik, terarah, dan sesuai prinsip syariah," ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dikutip Selasa (11/8).
Melalui sinergi dengan PIHK, BSI menghadirkan layanan yang menghubungkan kebutuhan calon jemaah dengan penyelenggara ibadah haji yang terpercaya. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan jaringan dan layanan perbankan syariah BSI dengan pengalaman PIHK dalam penyelenggaraan haji, alhasil masyarakat dapat memperoleh akses layanan yang lebih komprehensif sejak tahap perencanaan hingga keberangkatan. "PIHK memiliki kedekatan dengan calon jemaah dan memahami kebutuhan mereka secara langsung.
Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman layanan haji yang lebih terintegrasi, menyalurkan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci," lanjut Erwan. Melalui kerja sama ini, BSI menekankan komitmennya dalam memperkuat ekosistem haji nasional serta mendampingi masyarakat Indonesia di setiap tahap perjalanan menuju ibadah haji, secara bersamaan memperluas akses terhadap layanan syariah yang menyalurkan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi calon jamaah.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki posisi strategis dalam ekosistem haji nasional. Kini BSI adalah Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan pangsa penerimaan setoran haji reguler terbesar di Indonesia, menyentuh sekitar 83%.
Sementara pada segmen haji khusus, BSI menguasai pangsa sekitar 35,40%. Bagi BSI, penguatan ekosistem haji adalah bagian dari komitmen untuk semakin dekat dengan kebutuhan spiritual dan finansial masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan layanan perbankan syariah yang komprehensif serta jaringan mitra yang terus berkembang, BSI ingin memastikan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci berpotensi dipersiapkan dengan lebih baik, lebih terarah, dan lebih pasti.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

