Ringkasnya, pT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran surat utang.
Ringkasnya, melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BSDE melaporkan penggunaan dana hasil penawaran empat surat utang hingga Juni 2026.
Ringkasnya, pertama, Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2025.
Dana dari penawaran umum tersebut digunakan untuk pengembangan infrastruktur kota di BSD City senilai Rp868,06 miliar. Kemudian, senilai Rp118,37 miliar digunakan untuk modal kerja.
Baca Juga: Penjualan Mobil di Semester I-2026 Mengalami kenaikan 15,9%, Ini Saham Otomotif Pilihan Analis
Ringkasnya, kedua, Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2025.
Senilai Rp1,06 triliun dari hasil penawaran umum tersebut digunakan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok fasilitas term loan BTN. Lalu, senilai Rp187,50 miliar untuk pembayaran lebih awal sisa pokok fasilitas term loan Bank Permata dan senilai Rp496,68 miliar untuk modal kerja.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menuturkan, total jumlah penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan tersebut masing-masing sebesar Rp986,43 miliar dan Rp1,74 triliun.
Ringkasnya, keduanya telah selesai dipergunakan seluruhnya sampai dengan periode bulan Juni 2026.
Ringkasnya, “Dengan demikian, keseluruhan dana hasil penawaran umum berkelanjutan tersebut telah selesai dipergunakan seluruhnya oleh perusahaan,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi tanggal 15 Juli 2026 itu.
Ringkasnya, sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2025 masing-masing memiliki nilai Rp500 miliar dan tercatat pada 24 September 2025.
Ringkasnya, sementara, Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2025 masing-masing memiliki nilai Rp1,25 triliun dan Rp500 miliar. Keduanya tercatat di BEI pada 18 Desember 2025.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

