PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menyatakan penjelasan tambahan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana Penambahan Modal dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau penerbitan hmetd Perseroan.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5/2026), CBRE menerangkan telah menunjuk empat Pembeli Siaga (standby buyer) yang akan menyerap sisa saham apabila tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD. Langkah ini dilakukan untuk menyalurkan kepastian terhadap penyerapan saham baru yang diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut.
Manajemen Perseroan menyatakan, adapun empat pihak yang ditunjuk sebagai Pembeli Siaga yakni PT Gunanusa Utama Fabricators, Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, serta Gabriel Rey. Perseroan menekankan seluruh pihak tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan CBRE.
Ringkasnya, masing-masing Pembeli Siaga juga telah menyerahkan surat pernyataan kesanggupan beserta dokumen pendukung terkait kecukupan dana untuk membeli sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam aksi korporasi ini, CBRE berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun. Perseroan berencana meluncurkan sebanyak-banyaknya 12,76 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan di kisaran Rp100 hingga Rp150 per saham.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

