Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Selasa (19/5/2026) terjungkal ke level 6.300. IHSG sesi I tertahan di level 6.396,268, terkoreksi 202,971 poin atau rontok kembali 3,08%.
Penurunan IHSG siang ini dipicu oleh harga saham 611 emiten yang berakhir terkoreksi, sementara hanya sebanyak 96 saham ditutup terangkat dan 107 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Selasa (19/5/2026).
Sebanyak 11 (sebelas) indeks sektor ditutup terkoreksi antara 0,43% sampai dengan 7,26% pada sesi I, Selasa (19/5/2026). IDXBASIC Kembali mengalami penurunan terbesar yaitu 7,26%. Disusul IDXTRANS turun 5,94%, IDXINFRA turun 3,90% dan IDXINDUST turun 3,43%.
Harga sejumlah saham yang terkoreksi di sesi pertama hari ini, di antaranya, ASII turun 0,83% jadi Rp5.950 per saham. BBCA turun 1,63% jadi Rp6.025, dan UNVR turun 2,26% ke harga Rp1.730 per saham.
Selain itu, saham AMMN turun 10,14% jadi Rp3.100 per saham. DSSA turun 11,93% jadi Rp775, KEUNTUNGAN turun 12% jadi Rp660, TPIA rontok 14,75% jadi Rp3.120, dan BREN turun 5,96% ke harga Rp3.000 per saham.
Sementara harga saham BBRI naik 0,33% jadi Rp3.070 per saham. BMRI terangkat 0,24% jadi Rp4.140, PACK naik 1,17% jadi Rp346, dan TLKM naik 0,65% ke harga Rp3.100 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Selasa (19/5/2026) menyentuh 27.962 miliar lembar saham bernilai Rp15,131 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 1.731.057 kali.
Ringkasnya, di tengah terus melemahnya IHSG, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mendadak mendatangani Gedung BEI. Dasco hadir didampingi oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria.
Tampak juga Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna hadir mendampingi para pejabat yang datang. Dasco menyalurkan apresiasinya terhadap kerja keras direksi BEI dan pimpinan OJK.
Ringkasnya, “Terima kasih atas kerja keras direksi bursa dan OJK yang sudah bersusah-payah menghadapi situasi yang disebabkan pasar global dan dinamika dalam negeri,” ujar Dasco, Selasa (19/5/2026).
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

