Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun tajam pada Selasa (19/5/2026) seiring nilai tukar rupiah kembali mengenai level terendah sepanjang masa menjadi Rp17.728 per USD hingga siang ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.18 WIB, IHSG tergelincir 2,15 persen ke level 6.457,03, membukukan penurunan selama 6 sesi berturut-turut.
Nilai transaksi menyentuh Rp11,14 triliun, dengan volume 17,95 miliar saham.
Sebanyak 483 saham terkoreksi, 193 terangkat, dan 283 sisanya stagnan.
Sehari sebelum itu, IHSG ditutup terkoreksi 1,85 persen setelah sempat tergelincir 4,38 persen selama intraday di tengah dampak rebalancing indeks global MSCI dan pengumuman FTSE Russell serta pelemahan rupiah.
Ringkasnya, analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan, pada Selasa (19/5/2026), tekanan terhadap rupiah masih berlanjut.
Menurut Rully, pelemahan tajam tersebut dipicu efek rambatan dari aksi lepas besar-besaran di pasar obligasi global.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

