Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan dalam beberapa hari terakhir pasca pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) Mei 2026. Pergerakan IHSG kini dinilai mulai mengarah pada kondisi fundamentalnya.
Saham-saham seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dicoret dari indeks MSCI. Dengan demikian, harga saham-saham tersebut terus mengalami pelemahan dan berubah menjadi pemberat IHSG.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewa menjelaskan, dinamika yang berlangsung pada IHSG kini adalah dampak dari eksternal mulai dari kondisi geopolitik di Timur Tengah hingga ekspektasi kebijakan bank sentral secara global. Selain itu, kata dia, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sejumlah kebijakan transformasi pasar modal.
Ringkasnya, "Jadi kita melihat pergerakan indeks kita sudah (bergerak) lebih secara fundamental dan juga sekarang IHSG pergerakannya juga relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI maupun subindeks utama seperti LQ45 dan IDX30 dan juga IDX80," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ringkasnya, pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad ke BEI. Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Group Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

