Patrick Rudolf Dannacher, salah seorang Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), menambah kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 3.462.300 lembar saham emiten layanan keamanan siber tersebut pada tanggal 10 dan 13 Juli 2026. Pembelian saham CYBR dilakukan oleh Patrick Rudolf Dannacher sebanyak 11 kali melalui BEI.
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen ke BEI, Selasa 14 Juli 2026, pembelian saham CYBR tersebut dilakukan Patrick Rudolf untuk tujuan investasi langsung di Perusahaan jasa layanan keamanan siber tersebut.
Patrick Rudolf membeli saham CYBR pada kisaran harga Rp585-Rp620 per lembar. Setelah pembelian tersebut, kepemilikan Patrick Rudolf Damacher atas saham CYBR naik ke 51.740.800 lembar atau setara 0,383%, dari sebelum itu 48.278.500 unit atau setara 0,357%.
Ringkasnya, โDengan ini, saya melaporkan telah memiliki saham perusahaan terbuka dengan rincian sebagai berikut,โ tulis Patrick dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin 6 Juli 2026. Perubahan kepemilikan ini merujuk Pasal Pasal 3 Ayat 3 Peraturan OJK Nomor 4/2024.
Pada perdagangan di BEI, Selasa 14 Juli 2026, saham CYBR tercatat stagnan di level Rp590 per unit. Selama periode sepekan, saham CYBR mengalami kenaikan 1,72%, Jika dibandingkan antara harga 15 Juni 2026 senilai Rp620 per unit terhadap penutupan hari Selasa ini, maka saham emiten di bidang jasa layanan keamanan siber tersebut telah merosot senilai 4,834%.
Sekedar informasi, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) adalah Perusahaan yang didirikan pada tahun 2010 di Jakarta, dengan dua kantor regional di Singapura dan Australia. Perusahaan tersebut menawarkan layanan keamanan siber kepada para klien di 13 negara Asia-Pasifik.
Ringkasnya, perusahaan ini menyediakan solusi keamanan informasi di berbagai industri, seperti industri keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, manufaktur, dan industri utama lainnya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

