Ringkasnya, direktur PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK), Haryanto Sofian, melaporkan bahwa dia telah menambah kepemilikan saham perseroan melalui transaksi pembelian di pasar reguler Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Juli 2026.
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Juli 2026, Haryanto Sofian membeli sebanyak 17.600 saham PKPK dalam dua transaksi terpisah dengan tujuan investasi.
Ringkasnya, sebanyak 2.600 saham dibeli pada harga Rp3.450 per saham. Sementara itu, 15.000 saham lainnya diborong pada harga Rp3.420 per saham. Seluruh transaksi dilakukan pada 16 Juli 2026.
Sesudah pembelian tersebut, jumlah kepemilikan saham Haryanto Sofian meningkat dari 2.298.900 saham berubah menjadi 2.316.500 saham.
Meski jumlah saham yang dimiliki meningkat, porsi kepemilikannya tetap berada di level 0,19% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Dalam laporan kepada regulator, Haryanto Sofian membukukan kepemilikan tersebut sebagai kepemilikan langsung. Transaksi itu juga tidak mengubah status pengendalian perusahaan.
Ringkasnya, โSeluruh transaksi dilakukan pada 16 Juli 2026 dengan tujuan investasi,โ demikian keterangan dalam laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada OJK.
Ringkasnya, laporan tersebut disampaikan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/7/2026), saham PKPK turun 0,29% menjadi Rp3.490 per saham dari penutupan sebelum itu di Rp3.500 per saham.
Meski terkoreksi pada sesi perdagangan tersebut, kinerja saham PKPK masih menunjukkan tren positif. Dalam sepekan terakhir, saham emiten ini terangkat 10,06%.
Jika dibandingkan dengan posisi harga pada 17 Juni 2026 yang berada di level Rp2.610 per saham, harga saham PKPK telah meroket 34,09%.
PT Perdana Karya Perkasa Tbk adalah perusahaan yang berdiri pada 1983 untuk mendukung operasional blok minyak dan gas. Perseroan memiliki empat lini usaha utama, yakni pertambangan, peralatan, penyiapan lahan, dan konstruksi.pkpk
Sejumlah perusahaan yang berubah menjadi pelanggan perseroan antara lain PT Vico Indonesia, Total E&P Indonesie, Salamander Energy Ltd, PT EMP Kangean, dan PT Pamapersada Nusantara. Selain melayani pasar domestik, perseroan juga menggarap kebutuhan proyek di Thailand, Filipina, Malaysia, dan Taiwan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

