Saleh, Direktur Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mengurangi porsi kepemilikan dengan melepas sebanyak 620.000 lembar sahamnya dalam perusahaan jasa konstruksi tersebut pada tanggal 19 Mei 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 21 Mei 2026, Saleh melepas saham TOTL pada harga Rp1.050 per lembar alhasil mengantongi dana sebesar Rp651 juta.
Tujuan Saleh melepas saham TOTL adalah untuk keperluan pribadi. Pasca transaksi tersebut, kepemilikan Saleh atas saham TOTL melemah ke 6.388.800 unit atau 0,187% dari sebelum itu sebanyak 7.008.800 unit atau setara 0,205%.
Pada perdagangan di BEI, Rabu 20 Mei 2026, saham TOTL tercatat stagnan di level Rp1.045 per unit. Selama periode sepekan, saham TOTL mengalami pelemahan senilai 15,38%. Jika dibandingkan antara harga 21 April 2026 senilai Rp1.220 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham TOTL telah mengalami pelemahan senilai 14,34%.
Ditinjau dari sisi keuangan, hingga kuartal I 2026, TOTL berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp104,07 miliar, meningkat 37,33% jika dibandingkan Rp75,78 miliar pada kuartal I 2025. Pendapatan bersih Perseroan menyentuh Rp837,72 miliar pada kuartal I 2026, turun tipis 1,14% dari Rp847,43 miliar pada periode sama tahun 2025.
Ringkasnya, pT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) didirikan pada tanggal 4 September 1970 dengan nama PT Tjahja Rima Kentjana. Perusahaan ini berganti nama pada tahun 1981 dan bergerak di bidang industri material dan konstruksi.
Ringkasnya, proyek yang digarap TOTL mulai dari fasilitas pendidikan, perumahan bertingkat, rumah sakit, industri, gedung perkantoran, gedung keagamaan, hingga pusat perbelanjaan. Beberapa portofolio perusahaan adalah Total Building, Gedung Kedutaan Besar Australia, Sequis Tower Jakarta, dan Gedung Perkantoran Thamrin Nine. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

