Jakarta, CNBC Indonesia โ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Rapat itu diproyeksikan digelar pada hari ini Rabu (29/4/2026) pukul 14.00 WIB.
Terdapat sejumlah agenda penting yang diproyeksikan dibahas dalam RUPST tersebut. Di antaranya, agenda yang dinanti-nantikan para investor, yakni pembahasan dividen dalam agenda Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2025.
Ringkasnya, sebagai informasi Bank Mandiri mengantongi laba bersih konsolidasi Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan operasional yang solid serta efisiensi biaya yang terjaga.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, Bank Mandiri membukukan Net Profit Margin (NPM) di level 34,2%, sebuah indikator efisiensi yang cukup tinggi di industri perbankan nasional. Selain itu, rasio Return on Equity (ROE) perseroan berada di angka 17,19%, menekankan kemampuan manajemen dalam mengelola modal pemegang saham untuk menghasilkan laba.
Mengingat posisi permodalan yang kuat dengan total ekuitas menyentuh Rp327,4 triliun dan kas internal yang melimpah, ekspektasi pasar terhadap dividend payout ratio Bank Mandiri akan tetap tinggi. Jika mengacu pada kebijakan historis tahun buku sebelum itu, Bank Mandiri menetapkan rasio pembayaran dividen (DPR) sebesar 78% dari total laba bersih.
Dengan asumsi manajemen mempertahankan kebijakan yang sama untuk tahun buku 2025, maka total dividen per lembar saham diperkirakan menyentuh Rp475,21. Sementara itu, investor perlu memperhatikan bahwa Bank Mandiri telah menyalurkan dividen interim pada awal tahun berjalan.
Dengan demikian, dividen final yang akan diterima adalah selisih antara total dividen tahunan dengan dividen interim yang telah dibayarkan sebesar Rp100 pada awal tahun berjalan. Dengan estimasi dividen final sebesar Rp375,21 per lembar dan harga saham di level Rp4.430, tingkat imbal hasil (yield) yang ditawarkan berada di kisaran 8,47%.
Angka ini tergolong kompetitif dibandingkan dengan instrumen pendapatan masih lainnya, seperti deposito perbankan bertenor 12 bulan maupun imbal hasil obligasi pemerintah.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

