Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan kuartal pertama 2026 dengan penguatan 3,8% secara quarter-to-date. Penguatan ini ditopang oleh dua sektor utama: properti dan perbankan.
Sektor Properti Rally +12,4%
Sektor properti menjadi bintang di Q1 2026 dengan kenaikan indeks sektoral sebesar 12,4%. Beberapa emiten properti yang mencatatkan kenaikan signifikan:
Sponsored
| Emiten | Kode | Q1 Return | Katalis |
|---|---|---|---|
| Sentul City | BKSL | +28,5% | Laba meroket 4.686% |
| Summarecon Agung | SMRA | +15,2% | Marketing sales Q1 di atas target |
| Ciputra Development | CTRA | +11,8% | Ekspansi proyek baru di Surabaya |
| Bumi Serpong Damai | BSDE | +9,3% | Recurring income naik 22% |
| Pakuwon Jati | PWON | +7,1% | Okupansi mall mencapai 95% |
Rally sektor properti didorong oleh beberapa faktor: stimulus pemerintah berupa perpanjangan insentif PPN DTP untuk rumah pertama, penurunan suku bunga acuan BI yang membuat KPR lebih terjangkau, serta membaiknya daya beli masyarakat kelas menengah.
Big-4 Perbankan Solid
Empat bank terbesar Indonesia tetap menjadi penopang utama IHSG berkat bobot kapitalisasi pasar yang besar:
- BBCA โ naik 5,1% dengan laba Q1 diproyeksikan tumbuh 8% YoY
- BBRI โ naik 4,7%, NPL terjaga di bawah 3%
- BMRI โ naik 6,2%, ekspansi kredit korporasi agresif
- BBNI โ naik 3,9%, transformasi digital mulai berbuah
Asing Kembali Masuk
Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp4,2 triliun sepanjang Q1 2026, membalikkan tren net sell yang terjadi di Q4 2025. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing:
- BBCA โ net buy Rp1,8 triliun
- BMRI โ net buy Rp890 miliar
- TLKM โ net buy Rp650 miliar
- ASII โ net buy Rp420 miliar
- UNVR โ net buy Rp310 miliar
Outlook Q2 2026
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level 7.800โ8.000 di Q2 2026, didukung oleh:
Sponsored
- Musim laporan keuangan FY2025 yang umumnya positif
- Potensi penurunan suku bunga BI Rate lanjutan
- Valuasi IHSG yang masih di bawah rata-rata historis (P/E 13,2x vs rata-rata 5 tahun 14,8x)
Namun, risiko yang perlu diwaspadai antara lain ketidakpastian geopolitik global, potensi penguatan USD yang bisa memicu outflow, serta harga komoditas yang masih fluktuatif.
Kesimpulan
Q1 2026 menjadi awal yang solid bagi IHSG. Investor disarankan untuk tetap diversifikasi portofolio dan memanfaatkan momentum sektor properti serta perbankan yang masih memiliki potensi upside, sambil tetap mewaspadai risiko koreksi jangka pendek.


