PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel berencana melaksanakan pembelian kembali (pembelian kembali saham) saham dengan dana hingga Rp1 triliun.
Pembelian kembali (pembelian kembali saham) saham akan dilakukan dalam 12 bulan ke depan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Juni 2026.
"Perseroan menjalankan pembelian kembali saham dengan pertimbangkan bahwa harga pasar saham perseroan kini belum mencerminkan nilai perseroan yang sesungguhnya," kata manajemen NCKL dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (25/5/2026).
Rencana ini adalah pembelian kembali saham saham tahap III setelah NCKL mengumumkan pembelian kembali saham saham sebanyak dua tahap yaitu pada 2024 dan 2025.
Sumber dana yang digunakan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham saham sepenuhnya menggunakan dana internal perseroan, dan bukan adalah dana hasil penawaran umum ataupun dana yang berasal dari pinjaman atau utang dalam bentuk apapun.
Manajemen menekankan, pembelian kembali saham saham tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional perseroan dikarenakan perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usaha perseroan.
Pelaksanaan pembelian kembali saham saham perseroan tidak akan berdampak terhadap pendapatan perseroan. Lebih lanjut, NCKL menilai bahwa tidak akan ada perubahan signifikan atas laba bersih dan laba per saham perseroan atas pelaksanaan pembelian kembali saham saham tersebut.
Adapun pembelian kembali saham saham akan dilakukan baik melalui bursa atau di luar bursa. Perseroan telah menunjuk PT Harita Kencana Sekuritas sebagai anggota BEI untuk menjalankan pembelian kembali saham saham perseroan melalui bursa.
Ringkasnya, editor: Erta Darwati
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

