Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi berpotensi melanjutkan koreksinya pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Pergerakan indeks hari ini perlu diwaspadai jika menembus level batas bawah tertentu.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks masih dibayangi tekanan penurunan.
“IHSG potensi melanjutkan pelemahan ke 5.850. Hati2 jika break di bawah 5850, bs pelemahan ke 5650-5800,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (08/7/2026) di zona merah. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup turun 113,125 poin atau terjungkal kembali 1,89% ke level Rp5.873,372. Sepanjang hari kemarin, indeks bergerak di kisaran Rp5.872,016–Rp5.984,473.
Pelemahan indeks tersebut dibarengi dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp674 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran lepas utama para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level Rp5.750-Rp5.850. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi Rp5.900-Rp5.950.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading Idea hari ini: ELSA, AKRA, JPFA, ENRG, PGAS, dan ISAT,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

