Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (08/7/2026) di zona merah. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup turun 113,125 poin atau terjungkal kembali 1,89% ke level 5.873,372, setelah sepanjang hari bergerak di kisaran 5.872,016–5.984,473.
Pelemahan tajam pada perdagangan hari ini memperpanjang tekanan yang telah terlihat sejak sesi I. Sentimen pasar dipengaruhi oleh meningkatnya kehati-hatian investor setelah Indonesia masuk dalam watchlist S&P Dow Jones Indices yang memungkinkan peninjauan klasifikasi pasar pada 2027. Hal ini memicu aksi lepas di pasar saham domestik.
Seluruh indeks sektor terkoreksi sebesar 0,68% sampai dengan 4,4,35%, kecuali IDXHEALTH naik 1%. IDXBASIC turun terbesar yaitu 4,35%. Disusul IDXPROPERT turun 2,68%, IDXCYCLIC turun 2,50% dan IDXTRANS turun 2,14%.
Sejak pembukaan perdagangan di level 5.984,182, IHSG langsung bergerak terkoreksi. Tekanan lepas semakin besar menjelang penutupan alhasil indeks mengenai level terendah hariannya di 5.872,016, hanya sedikit di atas posisi penutupan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi menyentuh 22,696 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,548 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.973.099 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di level Rp10.299,302 triliun.
Pelemahan IHSG diikuti dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 482 saham ditutup terkoreksi, sementara 191 saham terangkat dan 116 saham tidak mengalami perubahan harga.
Saham-saham yang terkoreksi di antaranya adalah BBCA turun 1,98% jadi Rp6.175 per saham. BBRI turun 2,45% jadi Rp2.790, BMRI turun 2,46% jadi Rp3.970, BBNI turun 2,59% jadi Rp3.380, UNVR turun 1,70% jadi Rp1.735, dan ASII turun 0,81% jadi Rp4.890 per saham.
Selain itu, saham DSSA turun 3,07% jadi Rp790 per saham. DEWA turun 3,87% jadi Rp298, BUMI turun 2,86% jadi Rp136, KEUNTUNGAN turun 5,51% jadi Rp600, TPIA turun 5,56% jadi Rp1.785, AMMN turun 5,90% jadi Rp3.350, dan BRMS turun 6,67% ke harga Rp476 per saham.
Sementara harga saham JECX naik 25% jadi Rp1.950 per saham. JELI naik 24,89% jadi Rp1.405, EMMI naik 17,02% jadi Rp550, UNTR naik 1,25% jadi Rp24.300, dan TLKM naik 1,21% ke harga Rp2.510 per saham.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

