Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih bertenaga untuk melaju di zona hijau pada perdagangan Senin (15/6/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguji ketahanannya untuk masih berada di atas level psikologis 6.000.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks punya modal bagus untuk melanjutkan tren positif.
Ringkasnya, “IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan ke level 6060, hati-hati jika IHSG break 6000,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), IHSG parkir di level 6.007,656. Angka ini meroket 121,623 poin atau naik 2,07% dibanding hari sebelum itu. Saat pembukaan perdagangan di hari yang sama, indeks mulai bergerak di level Rp5.960,415.
Kenaikan tajam ini mengantar IHSG meninggalkan posisi penutupan Kamis (11/6/2026) yang berada di level 5.886,032. Penguatan indeks kali ini dibarengi dengan aksi akumulasi bersih oleh investor asing. Total nilai akumulasi bersih asing menyentuh sekitar Rp287,77 miliar.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran akumulasi para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BBCA, DSSA, TPIA, AMMN, hingga BRMS.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.960-5.900. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.060-6.150.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading Idea hari ini: ADMR, BBTN, BNBR, ARCI, INDY dan DEWA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

