Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi mencoba menembus level resistance 6.050 pada perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguji ketahanannya untuk melanjutkan tren penguatan.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks masih memiliki potensi untuk melaju lebih tinggi.
“IHSG potensi mencoba menembus resistance di 6050. Hati2 jika gagal break 6050, potensi pelemahan wajar,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini, Rabu (8/7/2026).
Pada penutupan perdagangan Selasa (7/7/2026), IHSG parkir di zona hijau dengan kenaikan signifikan. Berdasarkan data RTI Business, IHSG terangkat 70,427 poin atau 1,19% ke level 5.986,497. Posisi ini membuat indeks semakin mendekati level psikologis 6.000.
Meski indeks terangkat, aksi lepas bersih (net sell) oleh investor asing masih berlangsung. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp205 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran lepas utama para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BMRI, TPIA, MAPI, TLKM, dan BRMS.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.900-5.950. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.000-6.050.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading Idea hari ini: ELSA, BIPI, EXCL, AMMN, KLBF, dan SCMA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

