Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguji level psikologis baru untuk penguatan jangka pendek.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks masih memiliki ruang untuk bergerak positif.
“IHSG berpotensi mengalami kenaikan kembali jika menembus 6050 dengan target di 6150 short term,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026), IHSG parkir di level 6.037,842. Angka ini naik 113,481 poin atau terangkat 1,92% dibanding hari sebelum itu. Laju indeks memperoleh sentimen positif setelah lembaga pemeringkat S&P menetapkan outlook stabil untuk Indonesia.
Meski IHSG terangkat tajam, investor asing tercatat menjalankan aksi lepas bersih (net sell). Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp413 miliar. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan lepas dari pemodal luar negeri di tengah kenaikan indeks.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.970-6.000. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.100-6.150.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: BRPT, TPIA, BUMI, MINA, AMMN, dan CDIA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

