Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi I dengan kenaikan tipis pada Senin (13/7/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 12.00 WIB, IHSG terangkat 6,475 poin atau naik 0,11% ke level 5.930,835.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.934,719. Sepanjang sesi pertama, indeks sempat mengenai level tertinggi 5.974,651 dan level terendah 5.898,147.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi menyentuh Rp6,007 triliun dengan volume perdagangan sekitar 14,799 miliar saham yang ditransaksikan dalam 1.795.483 kali transaksi.
Meski IHSG ditutup di zona hijau, jumlah saham yang terkoreksi masih lebih banyak dibandingkan saham yang terangkat. Tercatat 266 saham naik, 326 saham turun, dan 197 saham tidak mengalami perubahan harga.
Saham-saham yang terangkat di antaranya adalah TLKM naik 0,81% jadi Rp2.500 per unit. AMMN naik 0,85% jadi Rp3.540, KEUNTUNGAN naik 0,81% jadi Rp625, RAJA naik 0,70% jadi Rp4.320, BBRI naik 0,36% jadi Rp2.800, TPIA naik 0,28% jadi Rp1.810, dan BMRI naik 0,25% ke harga Rp4.090 per unit.
Sementara harga saham DEWA turun 0,59% jadi Rp336 per unit. DSSA turun 0,64% jadi Rp780, BUMI tergerus 0,70% jadi Rp141, BBCA turun 1,62% jadi Rp6.075, ANTM turun 1,72% jadi Rp2.850, dan NTBK turun 2,83% jadi Rp103 per saham.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir sesi I tercatat senilai Rp10.368,844 triliun.
Pergerakan IHSG yang tetap bertahan di zona positif hingga jeda siang menunjukkan minat akumulasi investor masih mampu menopang indeks, meskipun tekanan lepas pada sejumlah saham membuat jumlah emiten yang terkoreksi lebih dominan dibandingkan yang terangkat.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

