Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak variatif atau mixed pada perdagangan Senin (13/7/2026). Pergerakan indeks diestimasi berada di rentang level 5.750 hingga 6.250.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia melihat pergerakan indeks diproyeksikan dipengaruhi oleh berbagai faktor teknikal dan sentimen global.
“Secara teknikal IHSG Senin 13 Juli 2026 diestimasi diproyeksikan bergerak mixed,” ujar Dimas.
Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG ditutup terangkat 0,20% ke level 5.924. Sejumlah saham menjadi penopang utama kenaikan indeks. Saham CASA meroket 7,53%, BMRI naik 0,9%, AMMN terangkat 1,74%, BRMS naik 2,64%, dan ADRO terangkat 4,37%.
Meski indeks terangkat, investor asing membukukan lepas bersih atau nett sell Rp421 miliar. Sektor-sektor yang perlu diperhatikan hari ini meliputi IDXFIN, IDXNCYC, IDXTECH, IDXINFRA, IDXPROP, IDXENER, IDXBASIC, dan IDXHEALTH.
Kondisi pasar global menyalurkan sentimen yang beragam. Bursa Wall Street ditutup terangkat didorong saham sektor teknologi semikonduktor. Sementara itu, penguatan terbatas karena kekhawatiran inflasi akibat konflik AS-Iran dan ketidakpastian suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Bursa Asia juga mayoritas terangkat karena faktor serupa. Di sisi lain, harga minyak dunia justru terkoreksi. Hal ini berlangsung karena aksi ambil untung investor dan harapan negosiasi perdamaian antara AS-Iran.
Dimas menyoroti laporan kebijakan moneter The Fed kepada Kongres AS. Inflasi di Amerika Serikat kembali meningkat karena kombinasi dampak tarif, reli harga energi, dan pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
“The Fed mengungkap tekanan inflasi di Negeri Paman Sam kembali meningkat pada musim semi tahun berjalan. Laporan tersebut mengungkap inflasi masih berada jauh di atas target bank sentral sebesar 2%,” jelas Dimas mengutip data dari laporan tersebut.
Dari dalam negeri, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester I/2026 menunjukkan kinerja positif. Defisit fiskal tercatat mengecil berubah menjadi Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Penerimaan pajak meningkat 24,6% menyentuh Rp1.035,7 triliun. Belanja pemerintah juga meningkat 17,8% menjadi Rp1.298,6 triliun. Pemerintah kini mulai menerapkan program B50 untuk menekan impor solar dan menghemat devisa negara hingga Rp157 triliun.
Ringkasnya, untuk perdagangan pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan 10 saham pilihan dengan peringkat ‘ACC BUY’:
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp1.400
Ringkasnya, target Price 1: Rp1.515
Ringkasnya, target Price 2: Rp1.565
Ringkasnya, current Price: Rp1.465
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp945
Ringkasnya, target Price 1: Rp1.065
Ringkasnya, target Price 2: Rp1.125
Ringkasnya, current Price: Rp1.005
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp550
Ringkasnya, target Price 1: Rp600
Ringkasnya, target Price 2: Rp625
Ringkasnya, current Price: Rp575
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp1.150
Ringkasnya, target Price 1: Rp1.255
Ringkasnya, target Price 2: Rp1.310
Ringkasnya, current Price: Rp1.200
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp5.150
Ringkasnya, target Price 1: Rp5.750
Ringkasnya, target Price 2: Rp6.000
Ringkasnya, current Price: Rp5.350
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp136
Ringkasnya, target Price 1: Rp154
Ringkasnya, target Price 2: Rp164
Ringkasnya, current Price: Rp142
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp600
Ringkasnya, target Price 1: Rp650
Ringkasnya, target Price 2: Rp675
Ringkasnya, current Price: Rp620
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp600
Ringkasnya, target Price 1: Rp640
Ringkasnya, target Price 2: Rp665
Ringkasnya, current Price: Rp615
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp2.750
Ringkasnya, target Price 1: Rp3.050
Ringkasnya, target Price 2: Rp3.200
Ringkasnya, current Price: Rp2.900
Ringkasnya, stop Loss Under: Rp3.370
Ringkasnya, target Price 1: Rp3.650
Ringkasnya, target Price 2: Rp3.800
Ringkasnya, current Price: Rp3.470
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

