Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan 13-17 Juli 2026 akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga meluncurkan data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG terangkat 2,82 persen secara mingguan ke level 6.177. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi lepas bersih (net sell) sebesar Rp4,5 triliun di pasar reguler.
Berdasarkan David, meningkatnya ketidakpastian geopolitik mendorong investor global menerapkan strategi risk-off, yakni mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman.
Ringkasnya, "Menghadapi tingginya ketidakpastian geopolitik ini, para investor global cenderung mengambil sikap risk-off dan bersikap jauh lebih konservatif dalam mengelola portofolio mereka. Mereka berbondong-bondong menarik modal dari instrumen berisiko tinggi seperti pasar saham dan aset kripto untuk mengamankan likuiditas," ujar David dalam risetnya, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pergerakan dana global kini dipengaruhi oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk konfrontasi terbuka antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dan distribusi minyak dunia.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

