Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (09/7/2026), di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 12.00 WIB, IHSG mengalami kenaikan 12,324 poin atau 0,21% ke level 5.885,697.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak di kisaran 5.839,669 hingga 5.904,390. Indeks dibuka di level 5.865,768 sebelum sempat terangkat menembus level 5.900.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Volume transaksi menyentuh 16,665 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,719 triliun dari 1.470.502 kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham membukukan kenaikan harga. Sementara itu, 268 saham terkoreksi dan 199 saham ditutup tidak berubah. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada akhir sesi I tercatat menyentuh sekitar Rp10.309,255 triliun.
Saham-saham yang terangkat di antaranya adalah AMMN naik 2,99% jadi Rp3.450 per saham. KEUNTUNGAN naik 2,50% jadi Rp615, TPIA naik 3,36% jadi Rp1.845, BMRI naik 0,76% jadi Rp4.000, dan BRPT naik 2,33% ke herga Rp1.535 per saham.
Sementara harga saham BBCA turun 0,40% jadi Rp6.150 per saham. DSSA turun 0,63% jadi Rp785, BBRI turun 1,08% jadi Rp2.760, EMMI turun 10,55% jadi Rp492, JECX tertekan 14,87% jadi Rp1.660, UNVR turun 0,58% jadi Rp1.725, TLKM turun 0,80% jadi Rp2.490, dan ASII turun 1,64% ke harga Rp4.810 per saham.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan minat akumulasi investor masih cukup terjaga. Hal itu tercermin dari dominasi saham yang terangkat dibandingkan saham yang mengalami penurunan, alhasil indeks mampu mempertahankan penguatan hingga jeda perdagangan siang.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

