Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam posisi berisiko setelah kembali bergerak di bawah level support 6.377. Analis melihat risiko pelemahan lanjutan jika indeks gagal kembali menembus level tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/9/2026) pukul 09.58 WIB, IHSG terkoreksi 0,60 persen ke level 6.346,49. Sebanyak 455 saham turun, 188 saham naik, dan 320 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp4,02 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 10,09 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, IHSG telah terkoreksi 2,90 persen dan hanya membukukan penguatan sekali sejak 9 September 2026.
Ringkasnya, tekanan juga datang dari investor asing. Berdasarkan data terakhir per Senin (21/9), investor asing membukukan net sell Rp3,08 triliun di pasar reguler dalam sepekan terakhir.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

