Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami pelemahan 0,55 persen ke level 6.552 pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Indeks terseret sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS).
Semenit berjalan, IHSG sempat terangkat dan melanjutkan pelemahan 1,20 persen ke level 6.510, dengan 113 saham di zona hijau, 397 terkoreksi, dan 453 lainnya stagnan. Transaksi awal mengenai Rp840 miliar, dengan volume 1,7 miliar saham.
Pasar saham global tertekan oleh meningkatnya ekspektasi soal kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed dalam rapat bulan ini. Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun meningkat. Begitu juga dengan indeks dolar AS (DXY) yang terangkat 0,3 persen ke level 99,1.
Indeks S&P dan Nasdaq turun masing-masing 0,6 persen dan 1,1 persen. Sementrara harga emas juga ikut terkoreksi 2 persen ke USD4.320 per oz.
"Perkembangan di atas menyalurkan sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah dan IHSG pada perdagangan hari ini," kata Stockbit Sekuritas.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

