Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Senin (29/6/2026). Pergerakan ini mengikuti tren pelemahan yang berlangsung pada pekan sebelum itu.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks memiliki peluang bergerak dalam rentang area tertentu.
Ringkasnya, “IHSG berpotensi sideways di area 5.850-6.000,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), IHSG parkir di level 5.896,134. Angka ini merosot 102,903 poin atau ambrol 1,72% dibanding penutupan Kamis (25/6/2026) di level Rp5.999,038. Saat pembukaan perdagangan di hari yang sama, indeks sempat terangkat ke level 6.010,339 sebelum akhirnya berakhir di zona merah.
Sepanjang minggu lalu, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 1,72%. Penurunan ini dibarengi dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp302 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BMRI, EMAS, ASII, BRPT, dan TLKM.
Fanny memaparkan batas pergerakan indeks secara teknikal. Batas bawah atau support IHSG berada pada level 5.750-5.850. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.000-6.100.
Ia juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: HRTA, BUMI, BIPI, BNBR, INDY, dan SCMA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Ringkasnya, hRTA – Buy on Weakness
Area akumulasi: Rp1.700 – Rp1.740
Ringkasnya, cut loss: di bawah Rp1.690
Ringkasnya, target dekat: Rp1.820 – Rp1.900
Area akumulasi: Rp140 – Rp141
Ringkasnya, cut loss: di bawah Rp136
Ringkasnya, target dekat: Rp145 – Rp150
Ringkasnya, bIPI – Buy on Weakness
Area akumulasi: Rp120 – Rp126
Ringkasnya, cut loss: di bawah Rp115
Ringkasnya, target dekat: Rp130 – Rp140
Area akumulasi: Rp90 – Rp93
Ringkasnya, cut loss: di bawah Rp86
Ringkasnya, target dekat: Rp100 – Rp106
Ringkasnya, iNDY – Buy on Weakness
Area akumulasi: Rp1.800 – Rp1.845
Ringkasnya, cut loss: di bawah Rp1.790
Ringkasnya, target dekat: Rp1.885 – Rp1.940
Area akumulasi: Rp202 – Rp206
Ringkasnya, cut loss: di bawah Rp200
Ringkasnya, target dekat: Rp210 – Rp218
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

