Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (30/6/2026) di zona merah. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup merosot 177,595 poin atau ambles 3,05% ke level 5.643,194.
Seluruh indeks sektor mengalami penurunan senilai 0,85% sampai dengan 5,54%. IDXBASIC mengalami pelemahan terbesar yaitu 5,54%. Disusul IDXENERGY mengalami pelemahan 3,51%, IDXCYCLIC mengalami pelemahan 2,79%, IDXPROPERT mengalami pelemahan 2,68% dan IDXINFRA mengalami pelemahan 2,22%.
Menurut data RTI Business, sejak pembukaan perdagangan, tekanan lepas terus membayangi pasar. IHSG dibuka di level 5.801,454, sempat mengenai level tertinggi 5.811,669, sebelum akhirnya terperosok hingga mengenai level terendah 5.638,574.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Volume transaksi tercatat menyentuh 22,727 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,331 triliun dari 1.623.526 kali transaksi.
Sentimen negatif terlihat mendominasi pergerakan saham di BEI. Sebanyak 564 saham ditutup terkoreksi, sementara hanya 136 saham terangkat dan 99 saham berakhir stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI pada penutupan perdagangan tercatat sebesar Rp9.919,310 triliun.
Saham-saham yang ditutup terkoreksi di antaranya adalah TLKM turun 2,49% jadi Rp2.350 per unit. ASII turun 4,03% jadi Rp4.520, BBCA turun 6,33% jadi Rp5.550, BMRI turun 2,28% jadi Rp3.850, dan BBNI turun 3,07% jadi Rp3.160 per saham
Selain itu, saham TPIA turun 3,22% jadi Rp1.655 per unit. BREN turun 3,44% jadi Rp3.090, DSSA turun 3,64% jadi Rp795, BBRI turun 3,87% jadi Rp2.730, AMMN turun 6,06% jadi Rp3.100, KEUNTUNGAN turun 7,02% jadi Rp530, dan MDKA turun 7,98% ke harga Rp2.420 per unit.
Sementara harga saham PEGE naik 34,29% jadi Rp141 per saham. AYLS naik 27,54% jadi Rp176, BOBA naik 21,95% jadi Rp300, ELPI naik 15,56% jadi Rp1.300, dan CPIN naik 9,68% ke harga Rp3.400 per saham.
Pelemahan lebih dari 3% tersebut menandai berlanjutnya tekanan di pasar saham domestik, seiring dominasi aksi lepas di hampir seluruh sektor sepanjang perdagangan hari ini.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

