Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,43 persen ke 6.121 dan disertai dengan munculnya volume akumulasi, koreksinya pun telah menyentuh area yang disampaikan.Dikutip dari riset MNC Sekuritas Rabu (30/9/2026), diperkirakan, posisi IHSG kini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) alhasil masih terdapat peluang penguatan dalam jangka pendek untuk menguji 6.152-6.196.Sementara itu demikian, waspadai pelemahan lanjutan yang akan menguji 5.850-5.946. Support: 6.041,5.984 dan resistance: 6.297,6.419Adapun saham yang direkomendasikan di antaranya:BBCA - Trading BuyBBCA terkoreksi 1,20 persen ke Rp6.150 dan masih didominasi oleh volume pembelian.
Kini, posisi BBCA sedang berada pada bagian akhir dari wave (a) dari wave [y].Trading Buy: Rp6.100-6.150Target Price: Rp6.275, Rp6.400Stoploss: below Rp6.050ICBP - Buy on WeaknessICBP terangkat 0,38 persen ke Rp6.675 dan disertai dengan munculnya tekanan lepas. Diperkirakan, posisi ICBP kini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B).Buy on Weakness: Rp6.375-6.550Target Price: Rp7.000, Rp7.175Stoploss: below Rp6.275MBMA - Buy on WeaknessMBMA terangkat 0,81 persen ke Rp500 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Diperkirakan, posisi MBMA kini sedang berada di akhir wave C dari wave (B).Buy on Weakness: Rp474-490Target Price: Rp520, Rp550Stoploss: below Rp462UNTR - Buy on WeaknessUNTR terangkat 3,28 persen ke Rp25.175 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatan UNTR pun mampu menembus MA60. Diperkirakan, posisi UNTR sedang berada di awal wave [v] dari wave 1.Buy on Weakness: Rp24.600-24.900Target Price: Rp25.650, Rp26.550Stoploss: below Rp24.300(kunthi fahmar sandy)
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

