Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot tajam pada perdagangan Kamis (21/5/2026).
Ringkasnya, pasar saham domestik tertekan oleh kombinasi sentimen negatif mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar dana asing akibat rebalancing MSCI dan FTSE, hingga respons pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta arah kebijakan fiskal dan ekspor sumber daya alam (SDA) pemerintah.
Ringkasnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.28 WIB, IHSG terkoreksi 2,12 persen ke level 6.184,78, mendekati posisi terendah sejak April 2025.
Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp6,66 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 12,30 miliar saham.
Sebanyak 558 saham bergerak terkoreksi, 167 saham terangkat, dan 234 saham lainnya stagnan.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

