Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada Kamis (21/5/2026), secara bersamaan membukukan pelemahan 8 sesi berturut-turut seiring sikap hati-hati investor menyikapi kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta arah kebijakan fiskal dan ekspor sumber daya alam (SDA) pemerintah.
Ringkasnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.28 WIB, IHSG merosot 1,53 persen ke level 6.221,93, di kisaran level terendah sejak April 2025.
Nilai transaksi menyentuh Rp4,06 triliun, dengan volume perdagangan 6,44 miliar saham.
Sebanyak 424 saham terkoreksi, 191 terangkat, dan 344 sisanya stagnan.
Saham-saham konglomerat, macam PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Grup Barito hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinarmas jatuh lebih dari 13 persen, berubah menjadi penekan utama indeks pagi ini.
Sebelum itu, IHSG ditutup terkoreksi 0,82 persen ke level 6.318 pada perdagangan Rabu (20/5), dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp131 miliar di pasar reguler.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

