Sejumlah saham berkapitalisasi besar berubah menjadi penekan utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
Ringkasnya, hingga sekitar pukul 10.36 WIB, tekanan terbesar datang dari saham perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
IHSG berada di level 6.302,77, mengalami pelemahan 1,28 persen. IHSG sempat dibuka di level 6.392,33 dan bergerak pada rentang 6.300,83-6.423,84.
Saham bank besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pemberat terbesar dengan harga turun 2,73 persen ke Rp3.210 per unit. Penurunan tersebut menyalurkan kontribusi negatif sebesar 13,21 poin terhadap IHSG.
Di posisi berikutnya, saham konglomerat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 3,05 persen ke Rp12.725 per unit, dengan kontribusi negatif 6,56 poin.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

