Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terangkat pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (7/5/2026). Data RTI Business menunjukkan indeks kebanggaan nasional ini naik 25,511 poin atau 0,36% ke level 7.117,978.
IHSG sempat mengenai level tertinggi di 7.204,780 dan level terendah di 7.108,538. Sepanjang sesi pertama, indeks dibuka pada level 7.160,789.
Nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang ini menyentuh Rp12,326 triliun. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 26,123 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.548.911 kali.
Pergerakan pasar menunjukkan sebanyak 339 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 299 saham tercatat terkoreksi dan 178 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar (market cap) tercatat sebesar Rp12.726,955 triliun.
Saham PT Denasupra Erapacific Tbk (DEFI) memimpin barisan top gainers dengan kenaikan 15% ke level Rp230. Posisi kedua ditempati PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang meroket 12,83% menjadi Rp510. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) juga terangkat 12,62% ke harga Rp116.
Pada kelompok top losers, saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) terjungkal 9,97% ke Rp1.445. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut terkoreksi 9,41% ke Rp5.775. Disusul PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang turun 9,09% ke level Rp80.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham paling aktif dari sisi nilai transaksi (turnover) sebesar Rp344,4 miliar. Berikutnya ada PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai transaksi Rp315,3 miliar dan PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) sebesar Rp252,4 miliar.
Dari sisi volume, saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menjadi yang terbanyak diperdagangkan menyentuh 1,6 miliar saham. Diikuti PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) sebanyak 1,3 miliar saham dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebanyak 1,2 miliar saham.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

